Assalamualaikum

BELAJARLAH!!

Selasa, 11 November 2025

 Praktik Rangkaian Listrik Sederhana 


🔌 Judul: Membuat Rangkaian Listrik Sederhana

🎯 Tujuan

  • Mengetahui cara kerja rangkaian listrik.

  • Membedakan antara rangkaian seri dan paralel.

  • Melatih keterampilan merangkai komponen listrik dengan aman.


🧰 Alat dan Bahan

  1. 1 buah baterai 1,5V atau 9V

  2. 2 buah lampu kecil (lampu bohlam mini)

  3. Beberapa potong kabel penghantar (sekitar 20–30 cm per potong)

  4. 1 buah sakelar (bisa diganti dengan penjepit kertas untuk percobaan sederhana)

  5. Isolasi 


⚙️ Langkah-Langkah Percobaan

A. Rangkaian Seri

  1. Sambungkan kutub positif baterai ke salah satu ujung lampu pertama.

  2. Sambungkan ujung lampu pertama ke ujung lampu kedua.

  3. Sambungkan ujung lampu kedua ke kutub negatif baterai.

  4. Pasang sakelar di salah satu jalur kabel.

  5. Tutup sakelar dan amati apa yang terjadi pada lampu.

🧩 Hasil Pengamatan:

  • Semua lampu menyala, tetapi cahayanya redup.

  • Jika salah satu lampu dilepas atau putus, semua lampu padam.


B. Rangkaian Paralel

  1. Sambungkan kutub positif baterai ke masing-masing lampu melalui dua jalur kabel berbeda.

  2. Sambungkan kutub negatif baterai ke masing-masing lampu juga melalui dua jalur berbeda.

  3. Pasang sakelar di jalur utama dari baterai.

  4. Tutup sakelar dan amati hasilnya.

🧩 Hasil Pengamatan:

  • Semua lampu menyala terang.

  • Jika satu lampu dilepas, lampu lainnya tetap menyala.


📒 Kesimpulan

  • Rangkaian seri: arus listrik mengalir satu jalur; semua komponen saling bergantung.

  • Rangkaian paralel: arus listrik terbagi ke beberapa jalur; komponen bekerja sendiri-sendiri.












Rabu, 08 Mei 2013

Angin

Saya masih ingat tgl 07-04-2013. Dipagi itu sang mentari menampakkan diri dengan senyuman yang yang manis. Sinarnya menembus embun pagi yang sejuk nan dingin. Pagi itu ku harus berangkat untuk menunaikan kewajiban negara.
Walaupun sangat dingin ku harus semangat krn mentari pagi yang tersenyum indah. Dalam perjalanan kulihat kanan -kiri tanaman padi disawah berdiri tegak.
Semakin siang cuaca saat itu menjadi panas bahkan cenderung menyengat. Panasnya cuaca saat itu tak menyurutkan semangatku untuk mengenalkan angka 0 s.d 9, A s.d Z, alif s.d ya' kepada anak bangsa.
Pas pukul 12.10 bel berbunyi tanda berakhirnya mencari ilmu sec formal diakhiri.Tanpa kode anak bangsa menuju tempat wudhu untuk mengambil air wudhu dan bergegas ke ruang lantai dua yang disetting sebagai mushola. Siang itu bertindak sebagai imam adalah Ust. Muh. Zainul Arifin, S.Ag paman dari salah satu temen FB.Begitu sholat berakhir langit yang tadinya panas perlahan tapi pasti menjadi gelap.Selesai sholat dhuhur berjamaah anak bangsa berpulang ke rumah masing-masing, begitu pula saya. Saat perjalanan pulang saya mampir ke Warkop milik temen FB untuk membeli susu coklat panas. Begitu saya duduk dan lihat jam di HP CDMA ku menunjukkan pukul 12.46 langit akhirnya "menangis" diiringi dengan angin.
"huuuweees,wes,weeeees",begitulah kurang lebih bunyi angin itu.13.47 3.000 tuk bayar susu dan makanan paporit godhoooo teloooo...
Dalam perjalanan pulang ku tengok padi yang masih hijau dipagi tadi ternyata sudah tertidur alias roboh.
Sudah 2 minggu kejadian tersebut , sore ini ku lewat lagi jalan itu ternyata padi tersebut masih tidur.
Hanya satu jam tanaman padi yang kokoh roboh karena ketentuan Tuhan malalui angin.Tetanggaku Wak gus salam setelah magrib masih ku sapa saat mau beli nasi pukul 21.00 ada pengumuman beliau telah tiada. Jangan kita sombongkan wajah kita nan elok, harta kita yang limpah, klo Tuhan sudah berkehendak tidak butuh hari,jam ato menit pasti akan rusak. Berikut foto tanaman padi terletak di dusun Kramat Desa Wonokasian Kec.Wonoayu

Sang Mentari Tersenyum Terlalu Lebar


.....Sang Mentari Tersenyum Terlalu Lebar.....
Ketika musim hujan setiap manusia mengharapkan panas segera datang, apalagi mereka yang mempunyai kepentingan diluar rumah.begitu sebaliknya. Salah satu aplkasi androidku suhu di daerahku yang masuk kawedanan krian menunjukkan suhu 28 derajat Celcius. Yang artinya lumayan cerah.
Disaat seperti ini para penjual es sangat gembira begitu juga dengan ku sebagai villager untuk menjemur 2.1 Ton gabah dr sebagian hasil panen musim ini.
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa musim ini ada sebgian insan gelisah karena sumuk,ungkep,ato gerah akan cuaca seperti ini.
Setiap manusia diciptakan oleh Tuhan mempunyai 2 potensi.potensi baik dan buruk. Kadang sec tidak sadar suasana seperti ini mereka berkeluh kesah.Tuhan berfirman dalam ayat Qauliyah (Qs. 70:21 ) dengan terjemah bebas " Sesungguhnya manusia diciptakan dengan (potensi) kesuh kesah ".
Andai kita sukuri secara hati,lisan dan perbuatan pasti akan membawa kenikmatan dan manfaat. Sesuatu yang kurang berkenan menimpa kita pasti ada rahasia tersendiri. Kalau boleh pinjem istilah dari salah satu juri Akademi Fantasi Indonesia di salah satu televisi swasta dulu Mbak Bertha mungkin Tuhan mempunyai rencana lain. Kalau hari ini hujan maka gabah ku takkan kering.
... ditulis sambil jaga ayaran (jemur padi ) di teras rumah...

Kamis, 29 Maret 2012

RPP Akidah Akhlak Kelas V


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)

Nama Madrasah                      : MI Miftahul Ulum
Mata Pelajaran                        : Aqidah Akhlaq
Kelas/Semester                        : 5/I
Alokasi Waktu                        : 4 x 35 menit
Standar Kompetensi               : Memahami  kalimah  thayyibah Alhamdulillah dan Allahu Akbar.
Kompetensi Dasar                   : Mengenal   Allah    melalui    kalimah   thayyibah Alhamdulillah dan Allahu Akbar.

I.         Indikator                         
Akademik
1.         Siswa dapat menjelaskan pengertian asmaul husna.
2.         Siswa  dapat menyebutkan jumlah asmaul husna.
3.         Siswa dapat menjelaskan Hikmah peristiwa 10 November 1945
Karakter
4.         Siswa  dapat melafalkan kalimah thayyibah Alhamdulillah dan Allahu Akbar dengan benar secara berani
5.         Siswa dapat mengartikan kalimah thayyibah Alhamdulillah dan Allahu Akbar dengan tanggung jawab.
6.         Siswa dapat menggunakan  kalimah   thayyibah   Alhamdulillah dan Allahu Akbar dalam keadaan tertentu

II.            Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran siswa diharapkan :
Akademik
1.         Siswa dapat menjelaskan pengertian asmaul husna.
2.         Siswa  dapat menyebutkan jumlah asmaul husna.
3.         Siswa dapat menjelaskan Hikmah peristiwa 10 November 1945
Karakter
4.         Siswa  dapat melafalkan kalimah thayyibah Alhamdulillah dan Allahu Akbar dengan benar secara berani
5.         Siswa dapat mengartikan kalimah thayyibah Alhamdulillah dan Allahu Akbar dengan tanggung jawab.
6.         Siswa dapat menggunakan  kalimah   thayyibah   Alhamdulillah dan Allahu Akbar dalam keadaan tertentu

III.            Materi Ajar
Kalimat thayyibah Alhamdulillah dibaca ketika kita mendapatkan rizki dari Allah. dan Allahu Akbar dibaca ketika kita kagum melihat sesuatu atau sebagai penyemangat. Orang yang membaca takbir maka akan muncul rasa optimis. Pujian dibagi menjadi 4 antara lain:
a. Pujian Allah kepada dirinya sendiri,
b. Pujian Allah kepada makhluk-Nya,
c. Pujian Makhluk kepada Allah,
d. Pujian makhluk kepada sesama makhluk.
Syukur ada 3 macam antara lain:
a.       Syukur dalam hati
b.      Syukur melalui lisan
c.       Syuur dengan perbuatan

IV.            Metode belajar
Demonstrasi, hafalan, dan resitasi.


V.            Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan ke-1
a.         Kegiatan Awal
1.      Guru  memberi  salam   dan   memulai   pelajaran     dengan mengucapkan basmalah dan berdoa bersama.
2.         Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari dengan kompetensi dasarnya.
3.       Guru    menjelaskan  secara   singkat    langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.
b.         Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru dan peserta didik melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
1.      Eksplorasi
a.          Siswa membaca literatur tentang Kalimat Thayyibah Al-hamdalah secara singkat.
b.         Bertanya jawab tentang Kalimat Thayyibah Al-hamdalah meliputi artinya, kapan membaca dianjurkan membaca kalimat hamdalah. ( Berani menyampaikan pendapat )
2.      Elaborasi
a.             Siswa berdiskusi tentang   arti kalimah thayyibah.( kerjasama )
b.            Siswa mengartikan secara mandiri kalimah thayyibah. ( Tanggung Jawab )
c.             Para  Siswa melafalkan  beberapa doa yang diawali dengan kalimat tahmid.
3.      Konfirmasi
a.             Guru melafalkan beberapa bacaan kalimah   thayyibah  yang disebutkan siswa.
b.     . Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. ( berani menyampaikan pendapat )
c.             Guru  bersama siswa membaca beberapa doa yang diawali dengan kalimat tahmid.
c.     Kegiatan Penutup
1.         Peserta didik secara klasikal melafalkan beberapa bacaan kalimah   thayyibah   Alhamdulillah.
2.         Guru memberikan tugas membaca materi tentang kalimat thayyibah takbir
3.         Guru  menutup/mengakhiri   pelajaran       dengan     bacaan hamdalah dan berdoa bersama-sama.

Pertemuan ke-2
a.         Kegiatan Awal
1.     Guru  memberi  salam   dan   memulai   pelajaran     dengan mengucapkan basmalah dan berdoa bersama.
2.         Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari dengan kompetensi dasarnya.
b.         Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru dan peserta didik melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
1.         Eksplorasi
a.          Siswa membaca literatur tentang Kalimat Thayyibah Takbir  secara singkat.
b.         Bertanya jawab tentang Kalimat Thayyibah Takbir meliputi artinya, kapan membaca dianjurkan membaca kalimat Takbir ( Berani menyampaikan pendapat )
2.      Elaborasi
a.          Siswa berdiskusi tentang   arti kalimah thayyibah.( kerjasama )
b.         Siswa mengartikan secara mandiri kalimah thayyibah. ( Tanggung Jawab )
c.          Siswa bercerita kisah perang pahlawan 10 November  1945 di Surabaya.
3.      Konfirmasi
a.          Guru melafalkan beberapa bacaan kalimah   thayyibah  yang disebutkan siswa.
b.        Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. ( berani menyampaikan pendapat )
c.          Guru  besama siswa menyimpulkan hikmah peristawa 10 November 1945.
c.     Kegiatan Penutup
1.      Peserta didik secara klasikal melafalkan beberapa bacaan kalimah   thayyibah   Allahu Akbar.
2.      Guru  menutup/mengakhiri   pelajaran       dengan     bacaan hamdalah dan berdoa bersama-sama.
VI.            Sumber Belajar
a.          H.M.As’ad Bashori, tahun 2009, Aqidah Akhlaq, kelas V terbitan CV Media Ilmu.
b.         LKS At-Tanwir
c.          Tulisan doa bangun tidur

VII.            Penilaian
Indikator Pencapaian
Kompetensi
Jenis Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
·            Peserta didik diharapkan dapat menjelaskan pengertian asmaul husna.
·            Peserta didik diharapkan dapat menyebutkan jumlah asmaul husna.
·            Menjelaskan Hikmah peristiwa 10 November 1945
§ Tes


§ Tes

§ Tes
§ Tes tertulis


§ Tes tertulis

§ Tes tertulis
§ Terlampir


§ Terlampir

§ Terlampir

·           Siswa  dapat melafalkan kalimah thayyibah Alhamdulillah dan Allahu Akbar dengan benar secara berani
·           Siswa dapat mengartikan kalimah thayyibah Alhamdulillah dan Allahu Akbar dengan tanggung jawab.
§ Non Tes



§ Non Tes

§ Rubrik



§ Rubrik
§ Terlampir



§ Terlampir

·            Siswa dapat menggunakan  kalimah   thayyibah   Alham dulillah dan Allahu Akbar dalam keadaan tertentu
§ Non Tes
§ Rubrik
§ Terlampir
§  
  

      Kepala Madrasah
      MIFTAHUL ULUM




      M. Hasan Humaidi
      NIP. -
     

Guru Mata Pelajaran
Akidah  Akhlak




Mashudi Munif, S.PdI
-